Program MBG Upaya Pemerintah Siapkan Masa Depan Generasi Muda

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai upaya menyiapkan masa depan generasi Indonesia. Program tersebut merupakan langkah positif pemerintah dalam memberikan jaminan nutrisi kepada generasi muda. Pandangan tersebut disampaikan mahasiswa S3 asal Indonesia yang tengah menempuh studi Perdamaian di University of Bradford, Inggris Steve Marra.
Steve menilai Program MBG merupakan langkah positif pemerintah dalam memberikan jaminan nutrisi kepada generasi muda, termasuk pelajar, balita, serta ibu hamil. “Saya melihat banyak informasi yang beredar di media sosial terkait program ini. Namun pada dasarnya, program ini memberikan jaminan nutrisi kepada generasi muda. Saya pikir ini merupakan salah satu program yang baik,” ujarnya.
Menurut Steve, pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan. Generasi muda yang tumbuh dengan nutrisi yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, memperoleh pekerjaan, menciptakan lapangan kerja, serta mampu bersaing di tingkat global.
“Program serupa telah lama diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Program makan bergizi gratis telah dijalankan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan untuk menjaga kualitas generasi muda mereka,” katanya.
Bahkan, Finlandia telah mengimplementasikan program serupa sejak 1948 sebagai bagian dari sistem pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. “Banyak negara maju telah melaksanakan program yang sama. Bahkan Finlandia sudah menjalankan program makan bergizi gratis sejak 1948, dan terbukti mendukung kualitas generasi mereka,” jelasnya.
Steve mengingatkan persoalan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dapat berdampak luas apabila tidak terpenuhi. “Apakah ada orang yang ingin melihat generasi Indonesia tidak mendapatkan nutrisi yang cukup setiap hari. Kita bayangkan ketika konflik menyebar dari dalam keluarga ke sekolah, hingga ke tingkat yang lebih luas, hanya karena tidak ada makanan,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, kata Steve, dinamika yang berkembang di ruang publik seharusnya disikapi secara konstruktif. Steve menekankan berbagai kekurangan dalam implementasi program merupakan bagian dari proses yang perlu diperbaiki bersama.
“Ketika kita menolak, maka kita juga akan menolak masa depan Indonesia yang maju. Tapi kalau kita bisa menerima dan mendukung program ini, maka kita juga akan ikut mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Program MBG ditujukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Pendekatan ini menempatkan pemenuhan nutrisi sebagai fondasi penting dalam pembangunan nasional. “Data pelaksanaan program MBG di Indonesia juga menunjukkan capaian yang signifikan. Program ini telah menjangkau sekitar 61,6 juta penerima manfaat, dengan 86% makanan yang disalurkan dikonsumsi oleh siswa, serta 81% orang tua menyatakan dukungan terhadap program ini,” katanya.
Post Comment